| |
||||||||
Krisis pangan terjadi karena pengalihan pangan ke hewan. Surat kabar AS Huffington Post, web blog yang berperingkat nomor satu karena banyaknya situs yang melakukan link kepadanya menerbitkan artikel pada hari Jumat oleh penulis tamu dan Wakil Presiden PETA Bruce Friedrich mengenai kekurangan pangan global. Berbicara tentang keprihatinan PBB bahwa bahan bakar bio dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan karena pengalihan makanan, tetapi Bpk. Friedrich menyoroti kenyataan bahwa lebih dari tujuh kali biji-bijian yang dipakai untuk bahan bakar nabati diberikan kepada hewan ternak daripada diberikan langsung kepada orang-orang, sehingga menimbulkan keprihatinan yang lebih besar. Karena itu, ia menyerukan pemerintah-pemerintah untuk mengakhiri subsidi bagi industri daging dan produk susu serta fokus kepada program-program untuk membantu orang-orang beralih dari produk-produk hewani dalam pola makan mereka. http://www.huffingtonpost.com/bruce-friedrich/taking-the-food-crisis-pe_b_107992.html Mengubah pola makan dunia dapat membantu mengakhiri kekurangan pangan dunia Dr. Walt Willett, profesor ilmu kedokteran dari Universitas Harvard, AS dan pengarang buku “Makan, Minum, dan Mengurangi Berat Badan”, berbicara di Universitas Edinburgh, Skotlandia minggu lalu. Ia menguraikan bukunya yang menyarankan pola makan yang lebih sedikit daging, bebas rokok, dan lebih banyak sayuran maupun biji-bijian. Dr. Willett berkata, Jika kita mengubah cara kita makan, maka kita bisa mengakhiri krisis pangan global. Apa yang sekarang kita lakukan sungguh tidak efisien bagi sumber daya dunia, tapi dengan memilih diet yang optimal, kita dapat memberi makan dunia.” http://www.sundayherald.com/news/heraldnews/display.var.2342361.0.food_the_global_crisis_deepens.php Seruan untuk Menghentikan Harga Pangan Dunia Sebagai salah satu kota
tertua dan kaya akan warisan di Jerman, Cologne juga menjadi pusat pemimpin
bagi media dan kebudayaan. Minggu lalu, kota tersebut menjadi lokasi bagi
masyarakat untuk lebih memahami tentang manfaat hidup tanpa dari daging,
melalui sebuah reli yang diatur oleh aneka kelompok perlindungan lingkungan
dan hewan. Tujuan mereka adalah untuk meningkatkan kepedulian tentang
kelaparan dunia.
Regina Kowalzick, Guru di
Gymnasium Rodenkirchen:
Juergen Foss, Die
Tierfreunde (Friends of the Animals):
Jeannine,
Tierversuchsgegner Aachen, group against animal testing: Buku Diet for Smal Planet Mendapat Penghargaan
Moore Lappe dari Prancis memenangi Tokoh Kemanusiaan Tahun Ini dari Yayasan James Beard. Nn. Lappe, penulis buku Diet for a Small Planet diakui oleh Yayasan James Beard atas upayanya selama 40 tahun dalam menulis dan berbicara tentang akar penyebab kelaparan global. Nn. Lappe adalah orang pertama yang menunjukkan bahwa ada cukup makanan di dunia untuk semua orang. Bukunya yang terkenal, “Diet for a Small Planet”, menyampaikan pesan bahwa kelaparan adalah fonomena yang disebabkan oleh manusia karena memberi setengah dari biji-bijian dunia untuk makanan ternak. Nn. Lappe mendorong pola makan vegetarian, yang artinya tanpa produk hewan dan juga menyarankan agar orang-orang mempertimbangkan dampak lingkungan saat ingin membeli sesuatu serta menggunakan sumber daya bumi dengan bijaksana. http://en.wikipedia.org/wiki/Diet_for_a_Small_Planet Panen Gandum Afghanistan Diperkirakan Menurun Karena Perubahan Iklim Rendahnya curah hujan dan kekeringan diperkirakan akan mengurangi produksi gandum Afghanistan secara signifikan tahun ini. Dengan mengalami kekurangan makanan, jumlah orang miskin diperkirakan meningkat sampai 3,5 juta. Produksi gandum diperkirakan turun 0.7 juta ton, sehingga menurunkan jumlah produksi menjadi 3/4 produksi normal biji-bijian negara ini. Karena pertanian menopang kehidupan sekitar dua pertiga rakyat Afghanistan, maka kondisi iklim yang tidak baik ini sangat mempengaruhi penghasilan banyak keluarga, juga mempengaruhi persediaan makanan mereka. http://www.irinnews.org/Report.aspx?ReportId=78642 Kenya akan Menerima Bantuan PBB untuk Krisis Pangan
Tiga organisasi PBB - Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dan Dana Internasional untuk Pembanguan Pertanian (IFAD) – menyediakan total dana sejumlah US$123 juta dalam pertolongan darurat guna membantu kekurangan makanan di Kenya karena harga makanan naik dengan tajam. Menteri Pertanian Kenya, Daniel Ruto telah menyatakan bahwa dana tersebut akan dipakai untuk membeli pupuk, mengembangkan varietas benih baru, dan memulai kembali program makanan di sekolah-sekolah. Sebagai tambahan, pemerintah Kenya menganggarkan US$113 juta dari cadangannya sendiri untuk membeli tepung jagung dan bahan baku guna membantu menyelesaikan krisis. http://news.xinhuanet.com/english/2008-06/10/content_8335837.htm Para Ahli Keragaman Hayati Mengangkat Masalah Bahan Bakar Bio dan Daging Konferensi internasional
tentang keragaman hayati yg diadakan di Boon, Jerman, setelah berlangsung 2
minggu penuh, Jumat lalu ditutup dengan sebuah permufakatan.
Langkah-langkah kini sedang ditetapkan untuk melindungi tanaman dan hewan
secara lebih baik dari perubahan iklim melalui kerja sama global. Dalam
konferensi itu, Norwegia dan Jerman mengumumkan dana ratusan juta Euro untuk
membantu lebih lanjut pelestarian hutan di negara-negara lain. Satu pokok
bahasan utama adalah penggunaan lahan hutan yang tidak efisien dan merusak
untuk menanam hasil bumi yang kemudian dipakai menjadi bahan bakar bio atau
makanan ternak yang tak mampu ditopang oleh bumi.
Helena Paul, Co-Director
of EcoNexus research group in UK & vegetarian: Daging dan Bahan Bakar Bio Menyebabkan Krisis Pangan Setelah Debat yang kedelapan, Jajaran ahli di SA-FM, program penyiaran di Afrika Selatan menyimpulkan bahwa krisis pangan saat ini berasal dari dua hal: bahan bakar bio dan konsumsi daging. Hasil panen ditanam untuk bahan bakar bio dan bukan untuk makanan, hal ini menyebabkan kekurangan. Juga peningkatan konsumsi daging di beberapa negara seperti China dan India telah menyebabkan peningkatan produksi panen untuk memberi makan hewan yang menyebabkan kenaikan harga. http://www.iol.co.za/index.php?set_id=1&click_id=139&art_id=vn20080424091957493C545094
|
||||||||