Beranda > Tanda Peringatan untuk Membangunkan Umat Manusia > Atasi Akar Permasalahannya Sekarang

 

Share

Atasi Akar Permasalahannya Sekarang

Hentikan Kontributor Terbesar dari Krisis Lingkungan Kita

“Peternakan adalah salah satu kontributor paling signifikan terhadap masalah lingkungan yang paling serius saat ini. Tindakan yang mendesak dibutuhkan untuk memperbaiki situasi.” [i]
—Dr. Henning Steinfeld, Kepala Cabang Informasi dan Kebijakan Peternakan, FAO, PBB.

“Peternakan merupakan pendorong utama dari pembabatan hutan. Peternakan merupakan sumber terbesar dari pencemaran air. Peternakan menghasilkan gas rumah kaca lebih dari semua gabungan transportasi seluruh dunia.”
Bayangan Panjang Peternakan

Berhenti menyalahkan CO2 untuk setiap masalah pemanasan global di planet kita. Kitalah yang harus disalahkan. Industri daging harus disalahkan. Industri daginglah yang harus kita fokuskan untuk dihentikan, dihapuskan. Untuk menghentikan perubahan iklim, menghentikan pembabatan hutan dan lahan, jika kita berhenti bicara tentang masalah itu, maka bicaralah ke intinya: industri daging harus berhenti.

Cara paling cerdas untuk menghentikan memburuknya pemanasan global adalah dengan menjadi vegan. Kedengarannya sederhana, tapi itu adalah solusi terbaik, yang paling efektif dan dampaknya akan dirasakan hampir seketika. Tanpa perubahan yang utama dan paling efektif waktu ini, apa pun yang sedang kita usahakan tidak akan cukup untuk menghalau akibat-akibat terburuk yang telah kita kumpulkan.

Terlebih lagi, masalah yang sudah kita hadapi sekarang—seperti pemanasan atmosfer, kekurangan air, kelangkaan pangan, dan penggurunan kita dapat dengan cepat menghilangkannya dengan menghentikan produksi daging. Hentikan sekarang, tidak lebih!

“Jangan makan daging. Ini adalah sesuatu yang takut untuk dikatakan IPCC sebelumnya, tetapi sekarang kami telah mengatakannya: Tolong kurangi makan daging—daging adalah komoditas yang sangat intensif karbon” [ii]
Dr. Rajendra K. Pachauri

Akar dari Permasalahan ini Bersifat Rohani

“Tak ada yang bermanfaat bagi kesehatan manusia dan meningkatkan kesempatan untuk bertahan hidup di atas Bumi selain evolusi menuju pola makan vegetarian.” [iii]
Albert Einstein

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, kita harus mengatasi akar permasalahannya. Akar dari permasalahan ini adalah penyebab pemanasan global, dan akarnya adalah ketidakramahan kita terhadap sesama penghuni bumi kita.

Setiap aksi menimbulkan reaksi, dan ini sangat ilmiah.

Sebagai contoh, jika kita menabur biji apel, kita akan mendapatkan pohon apel, dan setelah beberapa waktu pohon apel itu akan berbuah apel untuk kita. Ini adalah siklus kehidupan. Jika kita membunuh, kita tidak dapat mengharapkan kehidupan dari hal tersebut. Setiap tindakan menghasilkan buah yang sama sesudahnya. Ini bukan agama yang berbicara; ini adalah hukum alam.

Jadi sekarang, akar permasalahannya adalah kita telah berbuat kejam terhadap sesama penghuni bumi: yang hidup, punya perasaan, dapat berjalan, dapat bergerak, makhluk yang penuh kasih seperti para hewan dari semua ukuran dan bentuk. Dan kita juga telah bertindak buruk terhadap lingkungan kita. Kita telah menyiksa para hewan sesama penghuni Bumi ini, dan kita telah merusak lingkungan kita seperti penggundulan hutan, merusak air, dan merusak udara. Dari semua tindakan ini, kita tidak dapat mengharapkan hasil yang lebih baik.

Tangisan penuh duka ini, kesengsaraan, dan rasa sakit dari para hewan menderita karena hidup dalam kotoran, tertindas, dalam siksaan kurungan kandang yang sempit, dan hidup dalam kegelapan setiap hari, tidak pernah melihat sinar matahari lagi, dan juga penderitaan ekstrem sebelum dan setelah dibunuh, telah mengguncang Surga dan Bumi.

Oleh karena itu, bencana alam, kekeringan adalah untuk membersihkan perbuatan-perbuatan jahat manusia dan berfungsi sebagai peringatan, serta untuk menasihati umat manusia untuk berubah menjadi lebih baik sehingga masa depan akan cerah, bahagia, dan tidak akan ada penderitaan, sama halnya dengan hewan.

“Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai.” Semua agama telah mengatakan hal tersebut kepada kita, jadi umat manusia harus bangun; jika tidak, kita harus memikul akibatnya.

Jadi, untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi saat ini, kita harus membalikkan tindakan-tindakan kita. Kita harus berbuat baik terhadap sesama penghuni bumi. Daripada membunuh, menyembelih, dan mengorbankan mereka secara besar-besaran; kita seharusnya memperhatikan mereka, berbuat baik kepada mereka, dan memelihara mereka. Dan daripada menebang pohon; kita seharusnya menanam pohon kembali, memelihara lingkungan apa pun yang kita miliki. Dan daripada memberi polusi kepada planet dan udara, kita harus beralih ke energi yang ramah lingkungan dan energi yang berkelanjutan. Hanya membalikkan tindakan-tindakan kita.

Kita harus selaras dengan energi universal, hukum kasih dari alam. Jika manusia tidak menghormati bentuk kehidupan yang lain, maka kehidupan manusia juga akan dalam bahaya, karena kita semua saling berhubungan.

Kita semua saling bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup, sampai ke cacing kecil yang membuat tanah kita subur. Tetapi jika orang berpaling dari pembunuhan, dan memilih gaya hidup non-hewani, mereka akan memanen benih perdamaian dan kebaikan.

Kita berdoa agar cukup banyak orang melakukannya, dan dengan cepat, karena kita sedang kehabisan waktu.

Kembali ke Diri Penuh Kasih Kita dan Selamatkan Planet Ini

Kita harus memahami bahwa bencana alam merupakan konsekuensi dari energi negatif di atmosfer kita. Dan energi negatif di atmosfer kita ini diciptakan oleh perasaan kita, pikiran kita, dan tindakan kita, apakah itu kekerasan, kebencian, dan membunuh begitu banyak manusia maupun hewan-hewan yang tak berdosa. Jika kita tidak mengubah jalan yang menyebabkan dan menimbulkan bencana, maka bencana tidak akan pernah berakhir.

Kita harus mengubah pola pikir dan gaya hidup kita ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih welas asih dan mulia. Kita harus kembali ke diri sejati kita yang penuh kasih dengan menghargai dan melindungi semua kehidupan, dimulai dari pola makan vegan untuk menyelamatkan planet kita, yang sangat berharga dan indah. Vegan, vegetarian adalah solusi terbaik dan tercepat.

Menjadi vegan akan bermanfaat untuk semua jenis kemajuan spiritual. Bahkan, semua kebijaksanaan ajaran-ajaran kuno dari orang-orang bijak sejak zaman dahulu kala telah menyoroti pentingnya pola makan nabati yang berbudi. Ini adalah persyaratan mendasar bagi seorang praktisi rohani.

Konsep di balik menghindari produk-produk hewani adalah ahimsa – yang berarti tanpa kekerasan. Dengan mengambil bagian dari pola makan vegan, kita juga menghindari retribusi buruk dari pembunuhan dan dengan demikian tidak akan membebani serta menghambat perjalanan rohani kita.

Menjadi vegan berarti kita melindungi semua hewan. Pembunuhan makhluk lainnya ini harus dihentikan agar umat manusia berkembang sebagai sebuah peradaban. Manfaat dari melakukan demikian berlipat ganda. Selain pemulihan kesehatan, keanekaragaman hayati terus berkembang, keseimbangan planet akan pulih, meringankan beban hati nurani kita sendiri serta membuat kita dapat meningkatkan kesadaran.

Semua ini adalah buah dari pola makan yang lebih berbelas kasih. Sikap penuh kasih ini juga menciptakan suasana yang lebih damai yang membawa kenyamanan yang lebih besar kepada semua makhluk. Berdamai dengan diri kita sendiri dengan pengetahuan bahwa kita tidak menyebabkan kesedihan atau kesakitan untuk saudara-saudara kita sesama hewan, kita akan memiliki ketenangan batin untuk mengejar usaha-usaha rohani kita dengan sepenuh hati.

Dan pada skala yang lebih besar, planet kita juga akan sembuh. Sama seperti seseorang yang disembuhkan dengan beralih ke pola makan penuh kasih – hal yang sejenis menarik yang sejenis. Energi baik, penuh kasih, welas asih akan mengusir kegelapan yang membayang ke arah kita, yang ada di samping kita sekarang ini. Singkatnya, kita akan memiliki Surga di Bumi.

Tolong Bangunlah!

~ oleh Maha Guru Ching Hai

O dunia, bangun dan lihatlah

Sungai dan gunung sedang kacau

Hutan terbakar, lembah longsor, sungai mengering

Ke mana jiwa yang miskin akan pergi saat semuanya berakhir?

O Bumi yang agung, kurangilah bencanamu

Karena air mata terus turun di malam hari.

O laut dan danau, jangan hentikan melodimu

Berikan harapan untuk hari esok umat manusia...

O makhluk hidup, beristirahatlah di alam abadi

Meskipun kau pergi tanpa ucapan apapun.

Biarkan denyut hatiku mereda

Sambil aku menunggu Penduduk Bumi bertobat.

O hutan rimba, jagalah dirimu sendiri

Lindungi umat manusia di masa kacau ini.

Tolong terimalah ribuan tetesan air mataku yang tulus

Untuk menyirami pohon, daun, dan akarmu yang penuh keagungan.

O kasih, kecilkanlah suara tangisanmu

Agar jiwaku dapat beristirahat di sepanjang malam.

Air mata telah mengering dan aku hanya bisa terdiam

Menangis karena simpati terhadap siksaan!

O malam, nyalakanlah sumber cahayamu

Sinari jalan bagi jiwa manusia yang ada dalam kegelapan

Tenangkanlah agar pikiranku diam

Dan memasuki kekosongan dengan Melodi Surgawi yang menakjubkan.

O siang, jangan kobarkan kegelisahan dengan tiba-tiba

Agar perdamaian bersemayam dalam hati kami

Agar perjuangan umat manusia terus mereda

Agar Jati Diri dapat bersinar dengan cerah!

O kekasih hatiku, jangan lagi berkeluh kesah

Seperti serangga yang menggeliat di musim dingin yang mengerikan.

Tunggulah dengan tenang untuk masa depan yang sempurna

Dan hari ketika dunia berubah menjadi Surga.

O, aku menangis, aku meminta, aku memohon!

O, Para Suci yang tak terhingga,

Para Makhluk Surgawi, Para Malaikat

Antarkan jiwa yang tersesat ke Jalur Kebenaran.

Mengembara dalam siklus penderitaan yang tak berakhir.

O saudara, bangunlah sekarang!

Berjalanlah dengan bangga di atas laut dan sungai yang agung

Tataplah langsung ke matahari yang memancar

Dan berjanjilah untuk berkorban menyelamatkan seluruh makhluk.

O saudari, bangunlah sekarang!

Bangkitlah dari tempat yang hancur

Mari kita bersama-sama memperbaharui planet ini

Agar semua bernyanyi dalam satu lagu bahagia.

Agar semua bernyanyi dalam satu lagu bahagia.


[i] Dari “Hewan ternak ancaman utama untuk lingkungan: Penanganan mendesak diperlukan.” FAO Newsroom, 29 November, 2006. Tersedia online di http://www.fao.org/newsroom/en/news/2006/1000448/index.html.

[ii] Dari Peter Fricker, "Perduli tentang lingkungan? Makanlah lebih sedikit daging.” Global and Mail, 23 Jan 2008 Tersedia online di http://www.theglobeandmail.com/news/world/article661961.ece.

[iii] Jerry Mayer dan John P. Holms eds., Bite-size Einstein, Quotations on Just About Everything From the Greatest Mind of the Twentieth Century. St. Martin's Press, New York, 1996, p. 10.

 

Sebelumnya   Berikutnya

Atas

Copyright © Crisis2Peace.org