15 November 2008

Masa depan dunia terancam kecuali masalah pemanasan global diatasi, demikian peringatan ahli iklim terkemuka Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dr. Rajendra Pachauri, kepala Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC), mengungkapkan pada sebuah konferensi di Cork bahwa umat manusia akan “menyesal” bila tidak mengambil tindakan, dan memperbesar kemungkinan timbulnya konflik global kecuali emisi gas rumah kaca dikurangi.
“Sistem iklim Bumi tengah memanas. Laju perubahannya menjadi jauh lebih cepat dan sekarang ini telah berdampak sangat besar,” ujarnya.
“Pilihan kita sangat jelas. Kita ada di persimpangan jalan berkaitan dengan perubahan iklim dan kaum muda harus mulai mendesak masyarakat untuk mulai mengambil langkah-langkah yang benar.”
Sementara tidak ada “ancaman dalam waktu dekat” bagi Irlandia, kenaikan suhu udara antara 2-4 derajat Celsius akan menyebabkan peningkatan terjadinya gelombang panas, banjir, kekeringan, yang membawa dampak pada pertanian dan harga-harga pangan.
Selain itu, akan ada peningkatan kasus gizi buruk yang akan “mengancam perdamaian dan keamanan.”
“Jelas bila terdapat kelangkaan air dan pangan, akan ada konflik besar atas kebutuhan mendasar yang penting,” ucapnya. “Sangat penting sekali kalau kita, sebagai spesies yang bertanggung jawab, mengambil tindakan.”
Dan salah satu ahli terkemuka dalam perubahan iklim, kepala Institut Goddard NASA, Dr. James Hansen, menyatakan bahwa penggunaan batu bara harus disingkirkan secara bertahap dalam waktu 20 tahun atau iklim tidak akan pernah pulih lagi.
Investasi harus dilakukan dalam pengembangan tenaga nuklir yang lebih efisien, dan tahun depan adalah “masa-masa kritis” untuk memutuskan langkah ke depan.
“Orang-orang berpikir Anda dapat menetapkan target, tetapi kita harus menghilangkan secara bertahap penggunaan batu bara, dan harus dilakukan dengan cepat.
“Anak-anak kecil dan mereka yang belum lahir yang akan menderita dan menyaksikan dampak yang paling besar.”
Irlandia akan dipaksa untuk membayar denda setidaknya €280 juta karena gagal memenuhi target mengurangi jumlah gas rumah kaca yang kita hasilkan.
Menteri Lingkungan John Gormley memperingatkan dalam konferensi perubahan iklim bahwa kita akan memproduksi tujuh juta ton karbon setahunnya di atas tingkat tahun 2020 yang disepakati, yang akan membuat Irlandia dikenai denda yang berat.
Ia juga mengatakan bahwa undang-undang baru akan melarang otoritas setempat memberikan izin pengembangan lapangan untuk menampung banjir.





