|
|
||||
| Kenaikan Jumlah Metana - Ancaman Utama Pemanasan Global
Konsentrasi metana di obsevatorium di Mauna Loa. Data titik abu-abu adalah perkiraan. Grafik: NOAA. Sabtu 8 November 2008 dalam Newsletter #11 oleh Sepertinya kita kurang mengetahui tentang emisi metana daripada emisi yang lainnya. Setelah satu dekade yang stabil, konsentrasi metana di dalam atmosfer telah meningkat dengan cepat dalam 18 bulan terakhir. Penelitian awal
menunjukkan bahwa kenaikan ini lebih terkonsentrasi di belahan Bumi bagian
utara karena penguraian zat organik yang membusuk di dalam permafrost yang
mencair atau karena mencairnya es laut di Arktik. Debat ilmiah tentang penyebab meningkatnya metana sangat penting karena itu menunjukkan bahwa kita belum memiliki model yang bagus untuk menentukan perubahan konsentrasi. Salah satu dari kekhawatiran utama tentang pemanasan global adalah ledakan jutaan ton metana di dalam laut yang tidak diketahui keberadaannya. (Ini biasanya dikenal sebagai hipotesis senapan ‘clathrate’). Gas ini sekarang terkunci dalam ikatan yang stabil di air yang sangat dingin di kedalaman laut. Naiknya temperatur dunia yang terus menerus pada akhirnya akan menyebabkan metana meledak dari pengunci kimianya di dalam lautan yang dingin dan naik ke permukaan. Ini mungkin pernah terjadi pada saat terjadi pemanasan yang cepat di masa silam. Cerita lengkapnya di carboncommentary.com Pelepasan Gas Metana di Arktik telah Meningkatkan Keprihatinan Para ilmuwan yang berlayar di sebuah kapal penelitian Rusia sepanjang penyusuran garis pantai Siberia menemukan wilayah pelepasan metana di laut yang sangat luas dengan jumlah 100 kali di atas normal di area tersebut. Para ilmuwan yakin bahwa metana di bawah laut Arktik yang tertahan di dalam es beku yang permanen sekarang telah mencair seiring dengan meningkatnya pemanasan yang semakin cepat. Dr. Orjan Gustaasson dri Universitas Stockholm Swedia, yang juga berada di atas kapal tersebut menyatakan, “Kemarin untuk yang pertama kalinya kami mendokumentasikan sebuah area dimana pelepasannya begitu cepat hingga metananya tidak sempat larut dalam air laut tetapi muncul sebagai gelembung-gelembung metana ke permukaan laut. ” Metana yang terlepas ke lapisan amosfer 72 kali jauh lebih mematikan dibandingkan CO2 selama lebih dari periode 20 tahun dan dapat menyebabkan percepatan pemanasan global yang sangat sulit dikontrol. Arsip Video Maha Guru Ching Hai: 25 Desember 2007 – Seminar Paris Kita harus menyelamatkan planet ini terlebih dahulu agar kita dapat tetap tinggal. Karena jika semua es mencair, jika semua kutub mencair, dan jika lautan menjadi panas maka gas akan dilepaskan dari lautan, dan kita semua akan teracuni. Di sana ada banyak gas. Jika Anda melihat ceramah saya di Singapura, saya telah memperingatkan bahwa kita harus mengubah cara hidup kita, kalau tidak kita akan terlambat. Itu sudah 10 atau 15 tahun yang lau. Atau bahkan sebelumnya, saya selalu membicarakan bagaimana kita melakukan penggundulan hutan di planet kita, yah? Mengonsumsi daging dan semua itu juga menyebabkan kerusakan besar bagi planet kita, Anda tahu. Para ilmuwan mengatakan banyak hal. Mereka mendengarkannya sekarang, tapi saya berharap mereka melakukannya dengan cepat. Segera bertindak. Seluruh pemerintah dunia sekarang memperhatikannya dengan serius. Hanya saja saya khawatir tindakan yang mereka lakukan terlalu lamban, hanya itu. Karena es memantulkan sinar matahari, Anda tahu, dan mengirimkannya kembali ke angkasa, akan tetapi sekarang es mencair dengan sangat cepat karena tidak ada pemantulan yang cukup dan karena laut sudah memanas. Dan karena es mencair maka lautan menjadi semakin panas. Anda mengerti maksud saya, siklusnya? Jika ini terus terjadi, jika mereka tidak segera memperbaikinya maka dalam 2 atau 3 tahun, habis. Tidak ada lagi. Itu benar-benar sangat mendesak.
http://www.independent.co.uk:80/news/science/exclusive-the-methane-time-bomb-938932.html
|
||||
|
|
||||