Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
12 Oktober 2009
Bertindak sekarang
terhadap perubahan iklim demi ekonomi
Badan
Ekonomi demi Kewajaran
dan Jaringan Lingkungan
yang bermarkas di AS,
sebuah kelompok pembela
lingkungan
yang terdiri dari
200 ahli ekonomi, baru-baru ini
mengeluarkan laporan yang
berjudul “Ekonomi 350”,
yang merujuk pada
350 bagian per juta karbon
di atmosfer yang telah disetujui oleh banyak pemimpin dunia sebagai batas yang bisa
diterima demi kesehatan
planet ini. Dengan
tingkat karbon saat ini
sekitar 385 bagian per juta,
dan tetap merangkak naik,
laporannya menegaskan bahwa semakin banyak pemimpin
yang tegas mengurangi
emisi karbon global maka semakin besar keuntungan
ekonominya.
Penulis penelitian
yang berperan,
Dr. Frank Ackerman
dari Institut Lingkungan
Stockholm
di Universitas Tufts,
Massachusetts, AS,
berkata, “Beritanya semakin buruk,
yang sedang kita bicarakan
bukanlah biaya
melakukan sesuatu untuk berubah – tapi biaya jika kita tidak
melakukan apapun, itu akan memperparah.
Terima kasih kami,
Dr. Ackerman dan rekan-rekannya
di Ekonomi demi Kewajaran
dan Jaringan Lingkungan.
Mari kita bersatu dan
menganjurkan pemerintah
dan pemimpin kita
bahwa sangatlah penting
untuk menghentikan
perubahan iklim segera,
bukan hanya menghemat
uang, tetapi menyelamatkan
jiwa kita.
Selama wawancara untuk
Sunday Independent Irlandia
edisi 12 Juli 2009,
Maha Guru Ching Hai
lebih jauh menekankan
bahwa beratnya biaya
pemanasan global
bisa sangat berkurang
dengan menghapus
konsumsi daging.
Dia merujuk
pada penelitian yang dilakukan
oleh Badan Penaksiran
Lingkungan Belanda
yang menemukan bahwa
perkiraan biaya US$40 triliun
yang dibutuhkan untuk
menyetabilkan gas rumah kaca
pada tahun 2050
akan berkurang 80%
dengan adopsi pola makan
vegan yang global.
Maha Guru Ching Hai:
Jika kita menerapkan pola makan vegan
secara global, maka
kita akan menghapus
80% dari biaya
pengurangan gas rumah kaca.
80% dari US$40 triliun
yang diperkirakan hingga 2050.
Dapatkah Anda
menghitungnya? Bisakah?
Bayangkanlah itu.
Jadi, kita tidak perlu
membayar pajak begitu besar untuk memulainya karena disebabkan
oleh proyek pengurangan
gas rumah kaca.
Yang harus kita lakukan hanyalah
menerapkan pola makan vegan
dan kita sudah mengurangi
80% biayanya.
Itu adalah suatu penghematan
sebesar US$32 triliun.
(Selisih yang begitu besar). Pola makan vegan sudah jelas paling ekonomis.
http://www.oregonlive.com/environment/index.ssf/2009/10/new_report_urges_quick_aggress.html
http://greeninc.blogs.nytimes.com/2009/10/02/the-economics-of-climate-stabilization
http://www.e3network.org/contactus.php
http://www.sei-us.org
http://www.tufts.edu/home/visiting_directions
Negara Afrika berkumpul untuk diskusi perubahan iklim
Diorganisir oleh
Perserikatan Bangsa-Bangsa,
Uni Afrika,
dan pemerintah Burkina Faso;
Forum Dunia untuk
Pembangunan Berkelanjutan
yang ketujuh
diadakan di Ougadougou dan
Burkina Faso menjadi tuan rumah bagi
banyak kepala negara Afrika,
para ilmuwan, dan ahli lain.
Dr. Moumini Savadogo,
juru bicara untuk
Persatuan Pelestarian
Alam Internasional
(IUCN) berkata bahwa
forum itu memberikan
kesempatan bagi negara itu
untuk menghadirkan
rencana adaptasi
perubahan iklim
dan juga mengusulkan
dukungan
negara industri untuk
membantu menerapkannya.
Menurut Bank Dunia,
negara berkembang
di seluruh dunia
menghasilkan
sekitar sepertiga dari
emisi gas rumah kaca global
dan menanggung
80 persen dari dampaknya.
Dr. Savadogo dan semua
partisipan terpandang
pada pertemuan penting ini,
kami menghargai
solidaritas Anda
dan suara kepedulian Anda
demi kesejahteraan
orang Afrika yang layak.
Doa kami agar
para individu
dan juga pemerintah
bekerja sama
dalam mengurus
rumah planet kita bersama.
http://tranlate.google.com/translate?hl=en&sl=fr&u=http://www.mediaterre.org/afrique-ouest/actu,20040316092511.html&ei=0ebPSsTwPIvkNY-QiZQD&sa=X&oi=translate&resnum=3&ct=result&ved=0CBUQ7gEwAg&prev=/search%3Fq%3DMoumini%2BSavadogo%2Bphd%26hl%3Den%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3DCSR
SELAMATKAN BUMI...
Konferensi perubahan iklim
di Formosa (Taiwan)
mempromosikan “LOVE”
untuk menyelamatkan Bumi
Pada hari Minggu, 11 Oktober,
sebuah konferensi video yang
berjudul “Lindungi
Rumah kita dengan L.O.V.E.”
diadakan di Taichung,
Formosa (Taiwan).
Huruf L.O.V.E. menandakan
“L” untuk Lohas
yang berarti
“gaya hidup sehat
dan berkelanjutan”;
“O untuk Organik;
“V” untuk Vegan; dan
“E” untuk Ekologi
untuk menyelamatkan Bumi.
Diskusi tentang tema ini
diselenggarakan oleh
para panelis terkemuka,
termasuk
para ilmuwan lingkungan
Dr. Liu Shaw-Chena dan
Profesor Liu Chung-Ming;
individu film dan
pertelevisian yang terkenal
di Formosa (Taiwan) Tan Ai-Chen;
ketua dari situs web pertama
yang mempromosikan
vegetarian,
Bapak Lin Hong-Jui;
kepala editor
PT. Perusahaan Budaya
Persimmon,
Bapak Linshu Wen-Er;
dan mantan peternak babi
yang beralih menjadi vegan,
Bapak Luo Hon-Xian.
Tokoh terhormat lainnya
termasuk pembicara tamu,
Yang Mulia Wali Kota
Amelita Navarro
dari Santiago, Filipina
dan Bapak Chen Tien-en,
Wakil Ketua
Dewan Kota Taichung.
Yang menjadi sorotan
pada acara ini adalah
sesi tanya jawab khusus
bersama dengan
tamu kehormatan
Maha Guru Ching Hai,
yang meluangkan
waktu sibuknya untuk
membagikan pandangannya
melalui konferensi video.
PEMBICARA:
Kami berterima kasih kepada
semua peserta, pejabat
pemerintah, tokoh terkemuka,
dan pihak penyelenggara
atas konferensi yang sukses ini.
Terima kasih kami kepada
Maha Guru Ching Hai
atas komentarnya yang
berharga tentang isu darurat ini.
Kami berdoa agar manusia
berupaya bersama-sama
dan beralih menuju
pola makan vegan organik
yang akan memperkuat
perlindungan tepat waktu
bagi Bumi kita
dan semua penghuninya.
Saksikan di acara
Kata-Kata Bijak
Supreme Master Television dari
penayangan ulang
acara langsung ini
di hari kemudian,
dengan teks multi bahasa.
SELAMATKAN BUMI...
Badan Perlindungan
Lingkungan AS
mengumumkan bahwa ia akan
mewajibkan kalangan bisnis
yang menghasilkan banyak
gas rumah kaca seperti CO2,
metana, dan nitro oksida
untuk memverifikasi bahwa
mereka menerapkan
teknologi yang
paling berkelanjutan
sebelum diizinkan
memperluas perusahaan.
http://www.france24.com/en/20091001-us-moves-limit-industrial-greenhouse-gas-emissions
SELAMATKAN BUMI...
Presiden Korea Selatan
Lee Myung Bak,
Perdana Menteri China
Wen Jiabao, dan
Perdana Menteri Jepang
Yukio Hatoyama berkomitmen untuk bermitra
dalam bekerja sama untuk
memastikan keberhasilan
persetujuan perubahan
iklim global di Kopenhagen,
Denmark, Desember ini.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601080&sid=aLQQPB92cDmY
Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
|