|
||||
|
23 November 2009 Iklim yang memanas menyebabkan jumlah ubur-ubur meningkat Ilmuwan di Universitas British Columbia, Kanada, mengatakan bahwa pemanasan global menyebabkan 2.000 spesies ubur-ubur berbeda muncul lebih awal setiap tahun serta memperbesar jangkauan mereka di lautan dan populasi keseluruhan. Peningkatan pesat ini menyebabkan masalah bagi operasi pembangkit listrik dan desalinasi di pantai Jepang, Timur Tengah, dan Afrika, serta kenyamanan pantai di seluruh dunia. Air yang menghangat disebut sebagai alasan utama pertumbuhan pesat ini, disertai dengan polusi air yang ditimbulkan manusia dari berbagai sumber seperti peternakan, yang memperbanyak plankton, yang merupakan sumber makanan bagi ubur-ubur. Penangkapan ikan berlebihan juga menghilangkan predator ubur-ubur yang alami dan merupakan faktor lain pertumbuhan mereka. Peneliti Lucas Brotz berkata, “Peningkatan ini harus menjadi peringatan bahwa lautan kita tidak sehat dan mengalami tekanan.” Terima kasih banyak, ilmuwan Brotz dan kolega di Universitas British Columbia, atas bukti lebih jauh tentang lingkungan laut kita yang terganggu. Mari kita segera melakukan tindakan berarti untuk membalik perubahan iklim agar kesehatan lautan dan planet kita dapat dipulihkan. Maha Guru Ching Hai sering membicarakan keadaan ekosistem kita yang genting, seperti pada konferensi Mei 2009 di Togo, serta tindakan yang dapat kita ambil untuk membantu. Maha Guru Ching Hai: Jika kita berkata bahwa ekosistem lautan tergantung pada populasi ikan agar berada dalam keseimbangan maka ekosistem tersebut amatlah tidak seimbang sekarang ini. Pemanasan global mempengaruhi lautan yang pada gilirannya mempengaruhi ikan. Ini adalah suatu situasi yang sama gentingnya dengan yang diakibatkan oleh industri peternakan, dan memiliki solusi yang persis sama. Berhentilah makan daging; berhenti membunuh untuk makanan; berhenti makan ikan. Ini akan membantu memulihkan keseimbangan baik lautan maupun daratan, dengan seketika.
http://www.straitstimes.com/BreakingNews/TechandScience/Story/STIStory_454991.html
SELAMATKAN BUMI... http://www.reuters.com/article/environmentNews/idUSTRE5AG0MZ20091117
SELAMATKAN BUMI... http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/wales/mid_/8353391.stm
SELAMATKAN BUMI... http://www.rnzi.com/pages/news.php?op=read&id=50403
|
||||